Selasa, 17 Juni 2014

Belajar UAS SPT



JARINGAN PENGANGKUT KAMBIUM  DAN STRUKTUR SEKRESI
Prokambium : xilem primer dan ploem primer                     Tummbuhan Muda
Kambium : xilem skunder dan  ploem skunder                     tumbuhan semakin tua
Xilem fungsinya mengangkut air dan mineral
Floem fungsinya untuk proses fotosintesis
                                                                                       Xilem primer 
                                                                                                       Ploem primer       
                                                                                                                 Xilem skunder
                                                                                                Ploem skunder



Misal pada batang.
Urutannya adalah : xylem, kambium, floem
·         XYLEM
Ø  Yang membentuk pohon tumbuh menjadi besar adalah xilem skunder : heartwood dan saapwood.
Ø  Xylem berfungsi setelah mati
Ø  Dinding sel yang menebal : berbentuk cincin, spiral, anural
Ø  Xylem sewaktu hidup/muda berkembang secara maksimal
Ø  Emboli adalah gelembung udara yang terdapat pada xylem yang dapat menghambat air
·         FLOEM
Ø  Selnya harus hidup untuk dapat perfungsi
Ø  Ploem perlu hidup karena buah,daun, dan lainnya memerlukan gula
Ø  Gula diangkut dalam floem melalui transfor aktif, gula ditarik oleh kompanion sel dan dipompa ke floem
Ø  Floem : didalamnya terdapat cairan pekat
Ø  Sel kambium bersifat meristematik lateral
·         Pembelahan sel kambium
Ø  Periklinal : pembelahan yang sejajar dengan arah tumbuh, dan membelah ke arah luar dan dalam              keluar menjadi floem, Ditengah kambium, kedalam menjadi xylem.
pembelahan sel kambium.


Ø Antikleinal
      




·         Ray initials (pemula jari-jari empulur)             berbentuk kubus, untuk memperbanyak sel kambium
·         Fusiform initials               bentuknya memanjang membentuk xylem dan floem


STRUKTUR INTERNAL AKAR BATANG DAN DAUN

Dikotil:  mempunyai kambium,
Monokotil : tidak mempunyai kambium
Kolenkim : jaringan penguat
Sel pengiring : hanya terdapat pada tumbuhan gymnospermae
Jaringan spons : untik menyimpan fotosintesis
Batang tidak berkayu/ herbaceus : tidak berkayu dan karena batang sekundernya bertumbuh dari floem luar dan xilem luar, kambium berada diantara xylem dan floem


STRUKTUR INTERNAL BUNGA

Ø  MIKROSPOROGENESIS adalah proses pembentukan gamet jantan (sperma) yang berlangsung di dalam serbuk sari bagian dari kepala sari (anthera) yang didalamnya terdapat kantong serbuk sari atau mikrosporangium.
MEGASPOROGENESIS adalah proses pembentukan gamet betina (ovum) yang berlangsung dalam bakal buah (ovarium) dan menghasilkan kandung lembaga. Makrospora dibentuk oleh makrosporagen.
Ø  Mikrogametogenesis  adalah inti serbuk sari membelah menghasilkan sel vegetative dan sel generatif yang tidak sama besar. Sel vegetativ lebih besar dari sel generatif.

Megagametogenesis adalah proses pembentukan sel kelamin betina pada 8 inti yg terbentuk melalui pembelahan meiosis dan mitosis itu terbagi menjadi beberapa bagian yaitu dalam mikrofil, 3 inti paling atas disebut sel antipoda, 2 inti yang ada ditengah disebut inti kandung lembaga sekunder dan ada 3 inti paling bawah, 2 yg ada di pinggir dsb sinergid dan 1 yg ada di tengah disebut ovum.






Ø  Perbedaan polinasi dan fertilisasi pada angiospermae dan gymnospermae

Angiospermae
gymnospermae
Polinasi (penyerbukan)
Serbuk sari jatuh tepat pada kepala putik
Serbuk sari jatuh ditetes penyerbukan pada bakal buah
Fertilisasi (pembuahan)
Terjadi dua kali pembuahan yang menghasilkan zigot dan endosperm, sehingga disebut pembuhan ganda.
Hanya mengalami satu kali pembuhan yang menghasilkan zigot, sehingga disebut pembuahan tunggal.
Waktu
Jarak waktu antara polinasi dan fertilisasi relatif pendek
Jarak waktu polinasi dan fertilisasinya relatif panjang.

Ø  Sel sporogen : sel yang akan menjadi induk
Sel sporogen diploid kemudian mengalami pembelahan meosis
Ø  Sel mikrospora dari sel sporogen yang mengalami pembelahan meosis menjadi haploid kemudian membelah menjadi sel vegetativ dan sel generatif.
Ø  Sel tapetum terbentuk melalui pembelahan antiklinal dan periklinal
Ø  Stilus pendek : lebih cepat fertilisasi
Ø  Stilus panjang : lebih lambat
Ø  Faktor fertilisasi dipengaruhi oleh viabilitas polen
Ø  Epidermis tenuinuselat


 





Ø  Epidermis krasinuselat


 





Ø  Flower primordia : calon bunga
Ø  Pinus : mempunyai  pollen bersayap (saccus)
Ø  Polinasi : jatuhnya pilen pd kepala putik

Ø  Monosius : strobilus  jantan dan betina di cabang yang berbeda



EMBRIOGENESIS STRUKTUR INTERNAL BUAH DAN BIJI


Ø  BUAH SEJATI yaitu buah yang dibentuk oleh seluruh jaringan bakal buah
Ø  Buah semu yaitu buah yang berkembang bukan dengan bakal buah melainkan berkembang dengan bagian-bagian bunga yang lainnya,.
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTFaRp7-7awJ9k7FLDw-Jl4OhpsDPMDThRLo4sV9bR2Gpiz41u-
Ø  BUAH bery : pisang, jeruk
Ø  Buah pepo :
Ø  Hesperidium : juruk
Ø  Drupa : mangga
Ø  Pome : apel, pir
Ø  Achene : jagung dan padi

·         Biji

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTHWvqOEEqBiNrCqukeom-YkX0VOOvAUtjYRLemMNdsSI6COeXEkg
Ø  Testa : berkembang dari integumen atau dan nucelus.
sarkotesta : lapisan terluar (epidermis ) berkutikula selapis, : membentuk trikoma, berupa sayap tipis berguna untuk penyebaran biji. Bisa selapis dan bisa berlapis.
sklerotesta: bagian tengah, tebal dan keras
endotesta : lapisan tipis, terdalam dan berdaging.
Ø  Endosperma : mengandung karbohidrat, cadangan makanan untuk perkecambahan.
Ø  Hormon Etilen : autocatalis yang membuat buah menjadi matamg/ mendorong pemasakan buah.
Ø  Hormon auksin : berperan pada perkembangan embrio.
Ø  Biji eksalbumin : endosperm sudah tidak ada (ex: kacang-kacangan) fabaceae.
Ø  Antara hipokotil dan epikotil bagian yang keras disebut : aksis.

·          TAHAP EMBRIOGENESIS :
·         Zigot : pembelahan sel menjadi 2 setelah fertilisasi, oeleburan inti generatif dan sel telur.
                                                  Sel terminal : bagian atas

                                                Sel basal : bagian bawah, membelah secara vertikal membentuk suspensor.


 



1. Fase globular : zigot membelah menjadi 2 : sel basal dan sel terminal.
2. fase jantung : sel terminal berubah menjadi bentuk hati, terbentuk sedikit kotiledon. terbentuk root tip, prokambium, shoot meristem, protoderm, root meristem
3. fase terpedo : ada hifofisis (bagian yg pling atas dari suspensor), memisahkan suspensor dengan embrio.
4. fase kotiledon : terbentuk kotileon, root  tips, prokambium, protoderm, groundmeristem

Ø  Periderm adalah jaringan pelindung yang terbentuk secara sekunder dan menggantikan epidermis pada batang dan akar yang menebal karena pertumbuhan sekunder

v  EMBRIOGENESIS
·         DIKOTIL : Endosperm semakin sedikit
·         Monokotil : kotiledon disebut skutelum, lebih banyak endospermnya (70%).
·         Polyembrioni : penomena munculnya lebih dari 1 embrio, didalam satu embrio sac.
·         Apomiksis adalah : proses terjadinya embrio tanpa melalui peristiwa perkawinan.
Vegetatif apomiksis : terbentuknya bulbil pd bunga lili
·         Amfimiksis adalah : proses terjadinya embrio melalui proses perkawinan.
·         Antonomus : melalui polinasi
·         Pseudogami : tanpa melalui polinasi


GERMINASI  DAN  METAGENESIS

PERKECAMBAHAN:
 Bagian PUTIH : Epikotil
Bagian coklat : hipokotil

           Germinasi (perkecambahan) adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji menjadi tumbuhan baru.
Ø Faktor internal
1. dormancy : keadaan benih hidup tapi tidak berkecambah
2. size of seed : ukuran biji : biji besar berarti mempunyai cadangan makanan yang banyak
3. tingkat kematangan benih
Ø  Faktor eksternal :
1. air
2. cahaya
3.suhu :26,5 C- 35 C
4.Oksigen.
Ø Tipe perkecambahan
1. hipogeal : epikotil lebih dulu berkembang dibandingkan hipokotil
2. epigeal : hipokotil berkembang lebih cepat dibandingkan epikotil.


        Metagenesis adalah pergiliran keturunan dari fase gametofit ke fase sporofit.
Ø  Tipe perkecambahan pd pinus yaitu : Epigeal kr bijinya di atas tanah/ hipokotil berkembang lebih cepat dibandingkan epokotil.
Ø  Jaringan nutrisi : endosperm
·         Tumbuhan paku
Sporofit + gametofit terpisah
·         Tumbuhan berbiji
Sporofit + gametofit bersatu/ gametofit didalam sforofit.

REPRODUKSI VEGETATIF


R. Vegetatif adalah  aseksual reproduksi untuk menghasilkan individu baru sesuai dengan induknya.

Rimpang/rizoma: batang lateral dalam tanah
Stolon : batang lateral di atas tanah
Kormus : batang dalam tanah, batang yang menyimpan cadangan makanan
Tuber/umbi: umbi batang
Bulb/umbi lapis : daun yang menyimpan cadangan makanan
Tuber root : umbi akar , pada wortel
Sirih : mempunyai akar adventif.
Ø  Porang / Amorpopalus mullerae: mempunyai bulbil yg digunakan u/ reproduksi vegetatif
Ø  Bunga bangkai  : revroduksi vegetativ dengan menggunakan umbi dab bulbilnya
                              Reproduksi generatif dengan menggunakan biji.


Ø Perbanyakan vegetatif dengan cara:
1. Cutting/ stek, singkong
2. layring/ pembengkokan batang, ex: stroberry , rasberry,
3. division/pembagian/pembelahan
4. grafting/ penyambungan. Tumbuhan dikotil